Minggu, 29 Mei 2011
Belajar Menjadi Guru Inovatif
Jumat, 31 Desember 2010
Kamis, 02 Desember 2010
Hotel Royal Safari Garden -Cisarua
Sabtu, 06 Maret 2010
Sekolahku, Guruku: 24 Tahun Lalu dan Selamanya

Dari sekian jenjang sekolah yang sempat saya lalui, di sekolah inilah saya merasa "besar".. Bagaimana saya tidak merasa "besar" karena di sekolah ini pula masa-masa "kejayaan" saya raih, tepatnya sekitar 24 th lalu. Ya, di sekolah ini mulai kelas II saya sempat mencapai puncak prestasi tertinggi. Saya masih ingat ketika kelas II saya sempat mendapat peringkat I paralel hingga saya mendapat hadiah yang luar biasa (pada waktu itu), yaitu bebas SPP selama 6 bulan. Kalau tidak salah ingat waktu itu per bulannya hanya Rp3.000,00. Dan masih terbayang jelas ekspresi kebanggaan Bapak saya ketika rapat walimurid, namanya disebut-sebut.Di SMP dulu semua pelajaran saya suka karena saya merasa semuanya menyenangkan, mulai Mengetik, Karawitan, Bahasa Indonesia (terutama sastra), IPA, IPS sampai Bahasa Inggris dan Matematika. Dua pelajaran terakhir inipula yang sering membuat saya “tersipu-sipu” dipuji karena sering mendapat nilai terbaik.
Tetapi yang sering membuat saya malu adalah pada pelajaran IPS saya pasti mendapat nilai yang rendah untuk nilai murni. Meski saya sudah berusaha belajar sampai ngumpulin soal-soal penyelesaian waktu itu saya tidak pernah mendapat nilai yang baik di pelajara ini. Padahal wali kelas saya waktu itu (Pak Mulyono) mengampu IPS. Bapak saya waktu itu juga sempat merasa “pekewuh” kala mengambil raport karena nilai IPS saya selalu terjelek di antara mapel lainnya. Di nilai EBTA NAS murni saya pun nilai IPS saya terjelek. Entahlah, saya sendiri juga heran meski belajar keras selalu saja nilai IPS saya yang terjelek.
Untuk Matematika di SMP dulu adalah pelajaran yang paling mengesankan. Tanpa mengabaikan jasa guru-guru Matematika yang lain, guru saya waktu itu (Pak Tanto) yang paling membuat saya berkesan. Beliau mengampu kelas saya saat saya kelas III. Dengan Sabtu, 27 Februari 2010
Kejutan Terindah dari Anak Didikku (2)
Hari Selasa, jam pertama adalah jadwal saya di kelas 9A Selama ini anak-anak kelas 9 A sudah paham betul kebiasaan saya. Saya paling tidak suka jika waktu mau mulai pelajaran anak-anak belum siap dan masih jadi "mandor" di depan kelas atau "inguk-inguk" di depan pintu. Anak-anak kelas lain pun, meski bukan kelas yang saya ampu, jika melihat saya lewat pada saat menjelang jam pelajaran mereka akan segera masuk kelas, karena mereka sudah tahu, pasti akan saya "oyak-oyak" untuk segera masuk. Ini adalah salah satu cara saya membiasakan mereka tertib, selain dalam hal kerapian berpakaian.Beruntung saya berusaha menahan diri, dan diam saja berdiri memandangi mereka. Anak-anak, juga diam tanpa ekspresi. Saat saya hanya diam tersebut, tiba-tiba dari depan pintu ada serombongan anak membawa kue ulangtahun. Satu kelas akhirnya mennyanyikan lagu ulang tahun untuk saya. Saking riuhnya kelas lain yang olahraga di lapangan sempat menengok ke kelas.
Kejutan Terindah dari Anak Didikku (1)
Jumat, 26 Februari 2010
TEMU AKBAR DAN SEMINAR PENDIDIKAN MATEMATIKA
Selasa, 02 Februari 2010
Belajar Menjadi Guru Inovatif (1)
Kutipan Karya:
Juara II LKG Tk Nasional 2009 (Kel Sains):
PENDEKATAN I-TESA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN SIKAP POSITIF
DAN HASIL BELAJAR TEOREMA PYTHAGORAS
Kamis, 31 Desember 2009
AKU NGEBLOG (lagi) KARENA AKU ADA… (2)
AKU NGEBLOG (lagi) KARENA AKU ADA… (1)
Akhirnya di awal tahun 2010 ini saya bisa menyapa para sahabat blogger dan menengok blog saya lagi setelah berbulan-bulan lamanya saya biarkan terbengkalai. Barangkali seperti halnya kebiasaan orang-orang yang tidak pandai memenej waktu seperti saya, sayapun berusaha mencari “pembenaran” dari aktifitas “safari keliling” (sindiran sahabat saya di Facebook) yang telah saya jalani.
Semester 1 tahun pelajaran 2009/2010 merupakan bulan-bulan yang sangat membuat saya (sok) sibuk luar biasa. Belum selesai “kontrak” saya di Program Sertifikasi Jalur Pendidikan UNY saya sudah harus memegang amanah untuk mengajar 24 jam di sekolah sementara ujian akhir sertifikasi juga memerlukan persiapan yang tidak kalah penting. Sejak saat itu saya sulit membagi waktu sehingga tidak bias menuliskan jejak-jejak aktifitas saya di blog.
Maklum sambil mempersiapkan ujian di UNY saya juga menyempat-nyempatkan diri untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menyiapkan laporannya untuk mengadu nasib di LKG 2009 yang ternyata deadline 30 Agustus (dimajukan 1 bulan disbanding tahun 2008). Meski merepotkan ternyata even-even semacam LKG kok sayang untuk ditinggalkan. Belum lagi dapat info baru lomba yang lain lagi yaitu Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran SMP TK Nasional dan Lomba Karya Ilmiah Inovasi Pembelajaran tingkat Propinsi yang deadlinenya bareng tanggal
Sedikit lega bisa istirahat beberapa hari, disusul kegiatan pemberdayaan MGMP Matematika di mana saya kejatah untuk mengisi materi TIK termasuk mengajak guru GO BLOG. Meski modal pengetahuan pas-pas-an alhamdulilah para peserta juga merasa puas dan saya berhasil memprovokatori rekan-rekan saya di Solo agar tidak gaptek. Alhamdulillah di antara mereka banyak yang berlanjut sharing di email dan facebook, dan berdiskusi masalah pembelajaran matematika.
Di sela-sela itu ternyata dapat mandat untuk mewakili koperasi sekolah mengikuti Bimbingan Teknis Pengurus Koperasi di
BERSAMBUNG...
Minggu, 19 April 2009
Mereka Mampu Jika Diberi Kesempatan
SULITNYA MENUMBUHKAN KEBERANIAN BERTANYA
Waktu saya SD atau SMP dulu kalau ada murid yang banyak bertanya kepada guru, sering murid tersebut dicap anak cerewet atau usil. Mungkin juga sampai sekarang hal itu masih banyak terjadi . Karena masih banyak juga rekan-rekan guru yang memegang teguh paradigma JADUL itu dan tidak senang dengan murid yang banyak bertanya.
Tapi bagi saya, jika ada murid saya yang bertanya justru itu suatu kebanggaan yang patut saya apresiasi. Anak yang mau bertanya, sering saya puji. Tapi sayangnya selama 12 tahun menjadi guru, dari tahun ke tahun saya selalu menghadapi kendala yang sama. Mayoritas murid-murid saya susah sekali mengajukan pertanyaan, padahal saya tahu mereka tidak tahu. Murid saya (atau barangkali murid-murid di sekolah lain) susah sekali mengungkapkan ketidaktahuannya. Entah paham atau tidak ketika saya menerangkan atau mereka mempelajari materi tertentu. Yang jelas mereka diam, masa bodoh dan cuek. Hasil ulangan jelek juga kayaknya tidak menjadi beban, atau malah tak peduli, Ini yang kadang-kadang membuat saya gemes dan geregetan.
Saya sendiri bingung, berbagai macam jurus dicoba ternyata sulit sekali bertanya apalagi menanggapi (Mungkin murid-murid sekolah lain, hal ini adalah hal sepele) Entahlah apa sebabnya, atau barangkali mereka sudah terbiasa dengan kondisi pembelajaran sebelumnya, takut mereka dicap anak cerewet atau lainnya.
Berkat pengalaman saya melakukan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) akhir-akhir ini saya sering mengubah strategi mengajar dengan tidak menjelaskan materi secara konvensional. Meski dengan ini saya harus susah payah menyiapkan lembar kegiatan sendiri. Saya coba menerapkan model pembelajaran kooperatif tanpa tipe. Saya sebut tanpa tipe karena saya tidak mau terpaku pada aturan-aturan model pembelajaran kooperatif yang lagi trend saat ini seperti STAD, JIGSAW, TGT dan lain-lain. Bukan berarti ingin melanggar aturan, namun yang terpenting bagi saya saat ini adalah membangun keberanian mereka bertanya atau berpendapat, membangun motivasi dan kepedulian mereka dulu.
Saya tidak terlalu ketat menerapkan prosedur-prosedur pada model pembelajaran kooperatif, tapi yang penting siswa enjoy belajar menemukan konsep yang dipelajari. Secara tidak langsung mereka juga belajar bekerjasama, saling berbagi dan menghargai hasil kerja teman-temannya. Sehingga mereka tidak hanya mengisi otak kirinya saja tetapi otak kanan dan hatinya.
Di akhir kegiatan mereka saya beri kesempatan presentasi secara kelompok, dan mereka sendiri memilih siapa presenter dan moderatornya juga pembagian tugas mereka yang menanggapi pertanyaan. Saya tekankan juga, meski mereka bekerja secara kelompok, namun penilaian individual tetap penting. Saya tunjukkan juga indikator-indikator apa yang menjadi poin penilaian saya.
Dan saya syukuri, ternyata waktu presentasi kelompok mereka saling berebut bertanya atau menanggapi (Meskipun mayoritas mereka asal nyeletuk, tapi yang jelas mereka sudah ada usaha). Dan usaha itu yang patut saya apresiasi.Ternyata asal diberi kesempatan mereka juga mau ada sedikit usaha. Meski usaha tersebut hanya membuahkan sedikit hasil juga.Saya katakan sedikit hasil, karena saya tidak tahu pasti hasil tes akademiknya mungkin tidak memenuhi harapan (Kepala Sekolah), tetapi paling tidak murid-murid saya paham bahwa:
Tidak tahu itu sesuatu yang wajar dan bukanlah hal yang memalukan, sehingga untuk mencari solusinya ya bertanyalah,
Rabu, 18 Maret 2009
I'm Very Happy
KESAN YANG MENGHARUKAN
(Bagian II)
Andi Setiawan
Enak, dan adanya kerja kelompok menjalin eratnya persahabatan teman-teman. Semoga pelajaran matematika tidak hanya dipelajarin tapi dipraktekkan.
Ihsan Yunanto
Saya bisa mengerti bentuk-bentuk jaring-jaring prisma dan limas secara jelas. Pesan saya diperbanyak lagi penemuannya agar lebih jelas lagi dan tambah mengerti.
Himawan P.
Bagus, karena pelajaran semacam ini menyenangkan karena diselingi dengan bermain. Lebih diperpanjang lagi waktunya.
Fauzi Wahyu Niko N.
Supaya program belajar seperti ini lebih dikembangkan. Belajar seperti ini menyenangkan, lebih asyik dan seru.
Bisa mengerti lebih jelas tentang bangun-bangun ruang.
Yanuar Ahmad
Enak dan menyenangkan karena tiap kali pelajaran menggunakan benda praktek. Kalau bias waktunya ditambah.
Inung
Senang, karena belajar sambil bermain dan tidak membosankan. Pesan: Ibu kembali ke sini lagi…
Panca Ayu Listyorini
Enak mengajarnya dengan cara dipraktekkan dan dipresentasikan. Jadi membuat siswa yang sebelumnya diam menjadi aktif, dan membuat siswa lebih akrab dengan teman lainnya. Waktunya lebih banyak dan jangan terburu-buru.
Laila Wanahar Nadya
Menyenangkan karena memberikan materinya dengan cara bermain sambil belajar. Jadinya membikin kita untuk tidak bosan belajar matematika dan pesan saya agar metode pembelajaran ini dijalankan dengan lebih lagi…Materi yang diberikan selama ini cukup bagus, apalagi dengan metode pembelajarannya bermain-main sambil belajar. Dan metode ini cukup menyenangkan sehingga kita mengerti tentang bangun jarring-jaring.
Retno
Suka, karena belajar sambil bermain kita jadi lebih mudah menjangkau dalam pelajaran dan bias lebih mudeng lagi dan tidak membosankan. Ibu jangan lupa kembali ke sekolah ini… Semoga menjadi orang yang sukses.
Wimo
Saya senang jika belajar menggunakan metode pembelajaran ini karena saya akan mudah memahami materi yang diberikan. Sebaiknya setiap kelompok diawasi oleh setiap guru agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Rachmad Ardi Prakoso
Cara mengajarnya sangat menyenangkan sehingga siswa sering belajar bersama-sama dan tidak selalu dengan teman itu-itu saja…
Ghina Zahra
Pembelajaran kelompok ini sangat menyenangkan, karena kita bisa belajar dengan santai tetapi tetap paham. Juga bias melatih kerjasama, kekompakan dalam berkelompok.
Bella Chrisna Maharani
Saya senang bias bermain sambil belajar dengan guru dari Solo karena membuat saya lebih paham. Saya jadi lebih mengetahui tentang bangun datar. Kenapa gak ada bangun lengkung seperti tabung dan lingkaran? Walaupun gak digambar tetapi diberi materi dan tugas saja.
Rhomadan Ika Febriansyah
Saya sangat senang dengan diskusi kelompok ini karena bias menambah rumus matematika. Ibu guru harus menerangkan jarring-jaring bangun ruang lebih banyak lagi.
Zumi Hanifa
Pembelajarannya sangat menyenangkan karena dapat belajar bekerjasama dengan teman dan dapat berpikir dengan cara mengasyikkan. Metode dengan bermain dan bekerjasama sangat menyenangkan. Bu, jangan lupa sama anak VIII B dan kapan-kapan mampir ke SMP 15 lagi. Jika anak VIII B salah kami minta maaf ya bu…
Asandri Meidiningrum
Buat semuanya yang seru dunk!! Memang pelajarannya seru, tapi khan ga’ afdol kalo gurunya ga’ seru. Sering-sering ke Mabelta ya bu. Jangan sering-sering kasih PR. Aku suka dengan system pembelajaran kayak gini. Cz seru sich… I am very happy.
Rizal Kurniawan
Kalau mengajar jangan terlalu galak. Waktu untuk mengerjakan soal diperpanjang dong. Saya kira cara mengajarnya sudah bagus dan cepat dimengerti.
Anisa Bugi Yunara
Kesan saya terhadap Bapak Ibu guru yang selama tiga minggu ini sudah mengajar adalah cukup baik. Karena telah mengulang kembali pelajaran sat SD yang sudah saya lupa. Cukup member ketenangan saat belajar.



























